LAPISAN KULIT
1. Lapisan Epidermis ( Lapisan Luar atau Kulit Ari )
Lapisan Epidermis memiliki tebal kurang lebih 0,1 mm
dan terdiri atas empat lapisan jaringan epitel. Setiap Lapisan pada Epidermis
memiliki ciri khas tersendiri, Lapisan Epidermis ini tidak memiliki pembuluh
darah, sehingga ia mendapatkan suplai nutrisi melalui proses difusi dari
lapisan dermis yang ada dibawahnya. Berikut adalah 4 Lapisan pada Epidermis :
Lapisan Tanduk (Stratum Korneum), merupakan
lapisan kulit paling luar dari tubuh, lapisan ini terus mengalami deskuamasi
(pengelupasan lapisan paling luar) secara terus menerus. Berbagai sel penyusun
jaringan ini akan dihidrolisis menjadi kreatin (zat tanduk) yang tahan air,
oleh karena itu disebut tersusun oleh sel – sel mati. Lapisan ini tidak
dilapisi pembuluh darah, sehingga apabila mengelupas tidak akan menimbulkan
rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Lapisan ini berfungsi mencegah
masuknya bakteri dan mengurangi menguapnya cairan.
Lapisan Malphigi (Stratum Granulosum), merupakan
lapisan kulit yang disusun oleh sel – sel hidup yang mendapatkan nutrisi dari
pembuluh kapiler pada lapisan dermis. Lapisan malphigi merupakan lapisan yang
berperan dalam memberikan warna pada kulit manusia. Zat utama dalam pewarnaan
kulit ini disebut dengan Melanin. Tentunya sahabat sudah tahu bahwa warna kulit
bisa berbeda beda, bisa hitam, putih, sao matang, dll. Apabila tertumpuknya
melanin pada suatu tempat maka akan terbentuk bintik berwarna hitam dan tahi
lalat.
Lapisan Spinosum (Stratus Spinosum), merupakan
lapisan kulit yang disusun oleh berbagai sel yang tidak beraturan bentuknya.
Sel – sel pada lapisan ini memiliki kemampuan untuk membelah diri. Lapisan ini
berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kelenturan kulit.
Lapisan Basal (Stratum Germinativum), merupakan
lapisan kulit yang secara kontinu terus membelah diri untuk memperbarui bagian
Epidermis yang rusak. Lapisan Ini merupakan lapisan paling bawah dari bagian
epidermis. Lapisan Basal Selalu membentuk kulit yang baru sehingga kulit terjaga
secara periodik.
2. Lapisan Dermis (Kulit Jangat)
Lapisan Dermis (Kulit Jangat) adalah
lapisan kulit yang terdiri atas pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung
rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat. Pembuluh darah pada
lapisan ini sangat luas sehingga mampu menampung sekitar 5 % dari jumlah darah
di seluruh tubuh. Berikut adalah penjelasan untuk penyusun Kulit Dermis :
Pembuluh Darah, Merupakan pembuluh darah kapiler
yang berfungsi sebagai pemberi nutrisi dan juga oksigen kepada sel – sel kulit
serta rambut agar tidak mati dan rusak. Pembuluh darah juga berfungsi dalam
menjaga panas tubuh karena adanya oksigen di dalam pembuluh darah.
Ujung Saraf Indra, terdiri dari ujung saraf peraba
dan ujung saraf perasa. Bagian ujung saraf perasa ini dapat merasakan
rangsangan berupa sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan ujung
saraf peraba dapat merasakan kasar atau halusnya sesuatu. Ujung saraf ini tidak
tersebar merata ke seluruh permukaan lapisan dermis, contohnya ujung – ujung
jari lebih banyak memiliki ujung – ujung saraf peraba.
Kelenjar Keringat, merupakan kelenjar yang berfungsi
untuk sistem eksresi keringat yang terdiri atas air dan mineral lain. Seperti
yang telah saya jelaskan sebelumnya, keringat dihasilkan kemudian dibawa ke
permukaan untuk dikeluarkan melalui pori – pori (rongga kulit). Keringat
merupakan zat – zat sisa metabolisme terutama garam dapur.
Katung Rambut, merupakan bagian rambut yang
berisi akar dan batang rambut. Rambut dapat tumbuh karena mendapat suplai
nutrisi dari pembuluh kapiler ke akar rambut. Di dekat akar rambut terdapat otot
– otot yang dapat menegangkan rambut ketika ia berkontraksi, dan dekat akar
rambut terdapat ujung – ujung saraf perasa, sehingga saat rambut dicabut kita
dapat merasakannya.
Kelenjar Minyak, merupakan kelenjar yang terletak
disekitar batang rambut. Kelenjar minya berfungsi untuk menghasilkan minyak
yang menjaga rambut tetap sehat dan agar rambut tidak kering.
3. Hipodermis ( Jaringan ikat Bawah Kulit)
Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) merupakan
jaringan ikat yang terletak di bawah lapisan dermis, namun batas pemisah antara
bagian Hipodermis dengan bagian dermis ini tidak jelas. Lapisan ini merupakan
tempat penyimpanan lemak dalam tubuh, sehingga sering juga dikenal dengan
Lapisan Lemak Bawah Tubuh. Lemak tersebut berfungsi untuk melindungi dari
benturan benda keras, sebagai penjaga suhu tubuh karena lemak dapat menyimpan
panas, dan sebagai sumber energi cadangan.
Komentar
Posting Komentar